Jangan Takut Bermimpi
January 31, 2009
Alkisah, seorang mahasiswa ulet yang baru berumur 21 tahun di Inggris telah berhasil mendirikan sebuah majalah kampus yang berkembang sangat pesat, hingga akhirnya menarik minat beberapa milyuner untuk menjadi investor dalam perusahaan majalah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, majalah yang didirikan mahasiswa tersebut akan diberi dana jutaan pound sterling dari para investor untuk memperkuat operasi dan juga memperluas jaringan majalah.
Sebelum penandatanganan kontrak kerjasama investasi, sang mahasiswa diundang ke sebuah kafe oleh para investor untuk diminta memberikan penjelasan dan gambaran kemana perusahaan majalah ini akan dibawa selama lima hingga sepuluh tahun kedepan. Dengan penuh percaya diri, sang mahasiswa menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun kedepan ia akan mengembangkan perusahaan majalah itu dengan membuat sebuah grup perusahaan yang terdiri dari beberapa unit usaha seperti perusahaan rekaman, majalah sampai mendirikan sebuah perusahaan penerbangan (airline company).
(Ingin) Bertemu Erwin Gutawa
January 2, 2009
Jika saya memiliki kesempatan untuk bertemu para musisi Indonesia, sudah pasti Erwin Gutawa masuk dalam nomor urut atas yang paling saya prioritaskan. Musisi Indonesia yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, dilihat dari setiap komposisi lagu yang dia hasilkan. Kontribusinya dalam musik Indonesia sudah sangat banyak, dimulai dari pemain bas, arranger, hingga konduktor orkestra sekelas London Symphony Orchestra. Hitung saja berapa jumlah penyanyi legendaris Indonesia yang musiknya sukses digarap oleh Erwin Gutawa, mulai dari Ruth Sahanaya, Edo Kondologit, Krisdayanti hingga Chrisye. Karakter musik Erwin Gutawa yang kuat dan khas tak luput membuat setiap pendengarnya bergetar dan berdecak terkagum.
Jangan Jadi Diplomat
December 15, 2008
Pengalaman hari pertama saya menjalani internship di Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Sydney (KJRI Sydney) cukup menarik. Tugas hari pertama saya adalah di bidang protokoler, sehingga saya diminta untuk mengantar dan menjemput ke Sydney Airport beberapa tamu KJRI Sydney yang berasal dari KBRI maupun KJRI di beberapa negara tetangga. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan karena tugas ini memberikan saya kesempatan untuk sedikit belajar tentang praktek protokoler sembari memperluas network.
Namun, jauh dari keasyikan tersebut, di sore harinya saya menjalani kegiatan yang jauh menarik disaat berbincang dengan Bapak Edy Wardoyo, Konsul Fungsi Kekonsuleran KJRI Sydney. Bapak Edy Wardoyo menyampaikan beberapa hal kepada saya mengenai beberapa pengertian dasar Pedoman Tertib Diplomatik dan Tertib Protokol dan juga mengenai seputar kehidupan Diplomat. Beliau memberikan beberapa informasi dasar mengenai pedoman hukum dan pedoman diplomatik, pedoman ekonomi di bidang diplomasi, pedoman penerangan politik luar negeri, dan beberapa pedoman lainnya seputarfungsi diplomatik dan protokol.
Inspirasi dari Flores
October 24, 2008
Kemarin waktu makan siang, saya berkenalan dengan salah satu orang Indonesia dari Flores, namanya Ibu Alfonsa. Ibu Alfonsa ini adalah salah satu pemenang Australian Leadership Awards yang mendapat kesempatan keliling Australia selama 3 bulan untuk presentasi tentang usahanya melestarikan salah satu nilai2 kebudayaan Indonesia. Dari Canberra hingga Adelaide, semuanya sudah dijamah dan berhasil menarik perhatian orang-orang Australia.
Upaya Ibu Alfonsa ini adalah peran dan kerja kerasnya dalam melestarikan Kain Tenun Ikat khas Flores (Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun – STILL), NTT. Tradisi membuat kain tenun adalah salah satu warisan nenek moyang masyarakat flores yang selama ini, bagi orang-orang flores, membuat kain tenun hanyalah sebuah aktivitas budaya sehingga makin lama makin tenggelam alias tinggal sedikit orang yg bisa menenun. Hal ini menggugah Ibu Alfonsa untuk merevitalisasi semangat orang-orang flores dan tetap membuat kain tenun hingga akhirnya usaha kain tenun ikat ini tidak hanya bertahan di flores, tetapi dikenal di penjuru dunia bahkan sampai ekspor ke negara-negara eropa. Terlampir foto-foto pameran Ibu Alfonsa sewaktu di Australia.
Saya sangat salut dan bangga. Disaat yang sulit seperti ini masih ada orang yang menyisihkan waktunya untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan kita, yang ia berhasil bekerja keras dan bangkit dengan usahanya sendiri tanpa bantuan pemerintah dan pihak asing. Di sisi lain, hal ini semakin meyakinkan kita semua bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya. sangat kaya. sangat kaya. Kekayaan sumber daya alam dan nilai-nilai kearifan lokal dari sabang sampai merauke nggak akan bisa selesai kita jelajahi satu persatu karena saking banyaknya. Dan semua ini adalah titipan anak cucu kita, agar kita bisa melestarikan dengan sebaik-baiknya.
Semua Ada Waktunya
October 20, 2008
menjadi bijaksana itu tidaklah mudah. sangat manusiawi, ketika seseorang bahagia saat ia menerima kemenangan dalam suatu hal, dan ia bersedih jika memang kekalahan menjadi takdirnya. bagi mereka yang tergelincir, kesedihan mampu membawa mereka ke sebuah masa yang tak berujung, yang akhirnya kesedihan itu berumur lama, menggerogoti hati mereka. sama halnya dengan ketika kemenangan diraih seseorang, bagi mereka yang tergelincir, tak jarang kemenangan itu akan membawa mereka pada kesombongan dan rasa lupa bahwa hidup itu berputar.
menjadi pemenang dengan menjadi pecundang, sama-sama hal yang susah. menjadi pemenang harus bijak, begitu pula dengan pecundang. pada akhirnya, dalam sebuah kehidupan pastiakan kita temui banyak kemenangan, dan tentunya, kekalahan dan kegagalan. ingat bahwa kegagalan sejati adalah saat seseorang terjatuh dan ia tak mampu kembali bangun karena tenggelam dengan kesedihannya. begitu juga dengan kemenangan sejati, adalah saat seseorang masih ingat bahwa roda hidup selalu berputar.
semua ada waktunya.
Melihat Kebelakang
September 11, 2008
Sedikit berlebihan ketika kita takut melangkah hanya karena terlalu banyak melihat kebelakang. Sekelam apapun masa lalu kita, seburuk apapun langkah yang telah kita ambil, bagaimanapun juga itu sudah terjadi. Its just happened. Bahkan jika kita mau memahami lebih dalam lagi, pasti ada sebuah hikmah, ada sebuah maksud dalam setiap kejadian yang menimpa pada diri kita di masa lalu. Tidak ada peristiwa yang kebetulan, karena semuanya memang harus kita lewati sebagai jalan hidup kita, sebagai bagian dari proses pematangan dan pendewasaan diri kita.
Satu-satunya hal yang perlu dipersiapkan ketika kita telah mengambil keputusan yang salah, fatal dan menghancurkan hidup kita adalah memperbaikinya, kemudian menempuh langkah turnaround. Seperti kata Rheynald Kasali, tak peduli seberapa salah langkah kita, putar arah sekarang juga. Tidak ada kata terlanjur, terlambat dan sebagainya. Orang yang berpikiran luas akan mempersiapkan diri untuk bekerja keras memperbaiki kesalahan, memutar arah dan mempersembahkan yang terbaik. Dengan penuh tanggung jawab, orang yang berpikiran luas juga akan meminta maaf kepada setiap pihak yang telah ia rugikan dan ia kecewakan. Bukanlah lebih baik mencoba gagal daripada gagal mencoba?
Wallahua’lam bishawab.
Jadi begitu ya?
September 3, 2008
Saya agak terheran-heran dengan beberapa orang Indonesia yang saya temui di Adelaide. Tidak semuanya sih, tapi beberapa ada juga yang masih suka beropini unik tentang Indonesia. Mulai dari membanding-bandingkan Indonesia dengan negara lain (yang ini sih nggak masalah, karena dengan begini Indonesia bisa dapat input yang membangun), sampai mencela sedalam-dalamnya Indonesia, tanpa memberi solusi dan berbuat sesuatu. Heran saya, apa mereka sudah lupa ya kalo sebenarnya mereka warga negara Indonesia? Jadi begitu ya?
Indonesia memang saat ini jauh tertinggal dibanding negara-negara berkembang yang lain, sebut saja India, Malaysia, dan sebagainya. Indonesia juga bukanlah negara yang paling sempurna keanekaragamannya. Walaupun begitu, jika dikelola baik, saya tetap percaya bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu pilar kekuatan di Asia Tenggara, bahkan di Asia. masalahnya terletak pada ketidakmauan (bukan ketidakmampuan) kita untuk membangun tanah air dengan lebih serius. Kasus-kasus korupsi, penyelewengan wewenang dan jabatan, dan masih banyak kasus lainnya adalah hasil dari ketidakmauan kita ini. Padahal disisi lain, kita sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik dari saat ini.
Kembali ke masalah orang-orang yang beropini unik diatas. Bagi saya pribadi, salah satu aset bangsa Indonesia yang memiliki prospek untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia saat ini adalah mereka yang berkesempatan mendapatkan pendidikan diluar negeri, kemudian mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari di Indonesia. Begitulah common normative framework untuk orang-orang Indonesia yang saat ini mendapat kesempatan belajar diluar negeri, apalagi bagi mereka yang mendapat beasiswa.
Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku
August 17, 2008
Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku.
Aku akan kembali untuk Indonesia
August 9, 2008
Tanah Airku yang tercinta..
Aku begitu membanggakanmu, mengagumimu. Sejarahmu tersirat begitu dahsyat, megah dan berarti. Budayamu begitu berwarna, membuat setiap orang berdecak kagum.
Tanah Airku yang tercinta..
Rangkaian dinamika yang terjadi membuatku semakin ingin mempertahankanmu. Setiap peristiwa yang berlalu membuatmu semakin kuat dan tegar, biarpun aku sangat tahu saat ini engkau sedang bertahan dari perihnya cobaan. Tidak jarang kita dilecehkan dan dipandang sebelah mata, tapi justru ini semakin membakar semangatku untuk membela, membangun dan mempertahankanmu.
Tanah Airku yang tercinta..
Kini aku diseberang, meninggalkanmu untuk kembali padamu.
Disini, jangankan menyanyikan lagu kebangsaan kita, mengingatmu saja sudah membuatku meneteskan air mata dari hati yang terdalam, terenyuh dan semakin terpacu untuk mempertahankanmu. Negeri lain memang sangat indah, tapi tanah kita tetap yang terindah.
Tanah Airku yang tercinta..
Aku berjanji pada diriku, menjadikan sisa umurku untuk mengabdi padamu.
Cukup sedetik bagiku, sebelum aku mati, melihatmu berjaya dan dipuja seluruh bangsa di dunia. Aku akan kembali untukmu, untuk tanah air kita tercinta, Indonesia.
Membidik Keheningan Adelaide
August 7, 2008
- Sudut Flinders University Central Library
- Victoria Square Fountain
- Ujung King William Street
- Victoria Square
- Bunga di Depan Adelaide Town Hall
- Adelaide Post Office
- King William Street Bus Stop
- Keheningan Persimpangan
- Adelaide Town Hall
- Rundle Mall
- Traffic Lamp Waymouth Street
- Bus Station
- Adelaide Metro Bus Melaju ke Hilton Hotel
- Persimpangan Menuju Victoria Square
- Flinders Representative
- The Flinders University of South Australia
- Ruas Menuju King William Street
















