Dibawah Langit Sydney
December 25, 2008
I’ve been to cities that never close down,
From New York, to Rio and old London town..
Penggalan lirik lagu I still call Australia home diatas yang hingga hari ini menjadi salah satu lagu kebanggaan orang-orang Australia, menggambarkan sebuah perjalanan ke kota-kota di dunia yang kehidupannya tidak pernah berhenti, dari New York, Rio hingga London. Yang menarik, dalam penggalan lirik lagu diatas sama sekali tidak disebutkan apakah kehidupan kota-kota di Australia juga sama sekali tidak pernah berhenti, baik siang maupun hingga dini hari. Ini mungkin karena ternyata kota sebesar Sydney di Australia pun bisa berhenti, hening dan sunyi, setidaknya pada hari ini, 25 Desember 2008.
Bersamaan dengan perayaan Natal tahun 2009, Sydney yang semulanya selalu padat dengan hiruk pikuk kehidupan metropolitan, hari ini berubah menjadi sangat hening dan bahkan lebih hening daripada Adelaide yang dikenal sebagai kota yang tenang dan sepi. Hampir seluruh pertokoan, restoran dan tempat rekreasi tutup dan tidak dipadati banyak orang. Khusus hari ini, kita tidak bisa melihat Coles, McDonald, Subway bahkan Woolworths sekalipun beroperasi. Semuanya tutup dan bahkan kita bisa menghitung berapa jumlah orang yang berjalan melintasi kota Sydney. Jalan-jalan utama seperti Pitt Street dan George Street yang biasanya dipenuhi banyak kendaraan, hari ini hanya dilintasi beberapa bus metro Sydney. Sydney Opera House, Circular Quay dan beberapa tempat keramaian lainnya juga menjadi hening. Berikut gambaran keheningan Sydney di akhir tahun 2008.
- Sydney | Picture 1
- Sydney | Picture 2
- Sydney | Picture 3
- Sydney | Picture 4
- Sydney | Picture 5
- Sydney | Picture 6
- Sydney | Picture 7
- Sydney | Picture 8
- Sydney | Picture 9
- Sydney | Picture 10
- Sydney | Picture 11
- Sydney | Picture 12











