Jangan Jadi Diplomat
December 15, 2008
Pengalaman hari pertama saya menjalani internship di Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Sydney (KJRI Sydney) cukup menarik. Tugas hari pertama saya adalah di bidang protokoler, sehingga saya diminta untuk mengantar dan menjemput ke Sydney Airport beberapa tamu KJRI Sydney yang berasal dari KBRI maupun KJRI di beberapa negara tetangga. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan karena tugas ini memberikan saya kesempatan untuk sedikit belajar tentang praktek protokoler sembari memperluas network.
Namun, jauh dari keasyikan tersebut, di sore harinya saya menjalani kegiatan yang jauh menarik disaat berbincang dengan Bapak Edy Wardoyo, Konsul Fungsi Kekonsuleran KJRI Sydney. Bapak Edy Wardoyo menyampaikan beberapa hal kepada saya mengenai beberapa pengertian dasar Pedoman Tertib Diplomatik dan Tertib Protokol dan juga mengenai seputar kehidupan Diplomat. Beliau memberikan beberapa informasi dasar mengenai pedoman hukum dan pedoman diplomatik, pedoman ekonomi di bidang diplomasi, pedoman penerangan politik luar negeri, dan beberapa pedoman lainnya seputarfungsi diplomatik dan protokol.
Pada waktu yang sama, ada hal menarik saat berbicara mengenai profesi Diplomat. Dalam benak dan pemikiran kita, menjadi Diplomat adalah pekerjaan yang prestis dan membanggakan serta menghasilkan banyak uang. Jauh berlawanan dari itu, Bapak Edy Wardoyo mengatakan, janganlah jadi Diplomat jika orientasi kita adalah materi. Jangan membayangkan kehidupan Diplomat adalah kehidupan yang mewah dan penuh dengan kesenangan, karena bagaimanapun pada dasarnya tugas Diplomat adalah pengabdian kepada tanah air. Beliau menambahkan, selama bekerja di Departemen Luar Negeri RI dan menjalani profesi sebagai Diplomat, Beliau telah banyak menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang kesemuanya berbeda dan beraneka ragam. Menurut Beliau, dapat dipastikan di setiap angkatan yang diterima di Departemen Luar Negeri RI, tepatnya setelah SEKDILU pasti ada beberapa calon Diplomat yang mengundurkan diri karena apa yang menjadi bayangan mereka tentang bagaimana sosok Diplomat ternyata tidak sesuai dengan harapan. Menjadi Diplomat adalah pekerjaan yang sangat berat dan butuh komitmen kuat serta kerja keras, karena selain pengabdian kepada tanah air, kita juga harus memelihara, meningkatkan dan menjaga kepentingan nasional serta melindungi kepentingan seluruh warga negara Indonesia yang berada di negara saat kita ditugaskan. Keamanan dan keselamatan para warga negara Indonesia salah satunya menjadi tanggung jawab KBRI maupun KJRI. Disisi lain, menurut Bapak Edy Wardoyo, kita juga tidak dapat mengandalkan profesi Diplomat sebagai profesi yang menghasilkan uang yang melimpah.
Apa yang disampaikan Bapak Edy Wardoyo tentunya sangat kontradiktif dengan bayangan kebanyakan mahasiswa HI yang bercita-cita masuk Departemen Luar Negeri RI dan menjadi Diplomat. Meskipun demikian, saya sejak awal menyadari sepenuhnya bahwa menjadi Diplomat tidak hanya sekadar gegap gempita gelar dan prestis. Menjadi diplomat tidak hanya sekadar menaiki mobil mewah berplat nomor DC (Diplomatic Corps), melakukan tugas dan pekerjaan di luar negeri, mengenakan jas dan dasi setiap hari, dan menikmati hal-hal simbolis lainnya yang terkesan mengagumkan bagi kebanyakan orang. Jauh dari itu semua, menjadi Diplomat adalah sebuah pengabdian tulus untuk tanah air tercinta yang menuntut sebuah kesediaan untuk berkorban dan bekerja keras. Jangan jadi Diplomat jika kita tujuan kita hanyalah sebatas mengejar gelar prestis dan materi. Bagaimanapun, pada akhirnya komitmen, kerja sama dan kerja keras tetap menjadi modal penting untuk seluruh aspek hidup dan kehidupan, termasuk untuk menjadi Diplomat.
Menurut Bauman itu ciri-ciri dari konsumerisme. Dimana segala sesuatu diukur dari sisi kepuasan. Maksudnya? Yang terjadi dimasyarakat, pekerjaan itu dilihat dari prestise tidaknya, menantang atau tidaknya. Bauman juga nambahin jaman sekarang pekerjaan itu harus menyajikan kesenangan, kemenarikan, tantangan dan tidak membosankan. Jadi sekarang ya orang-orang cenderung..pada tertarik kerja di kantoran yang bajunya rapi jali, berdasi, ruangannya ber ac trus akhir bulan terima gaji. Itu lebih menarik bagi kebanyakan orang dari pada bekerja di kebun, yang memanen hasilnya membutuhkan waktu yang cukup lama plus proses memanennya juga membutuhkan effort yang luar biasa, dari menanam, memupuk, menyiram lalu memanen.
Selalu menarik jika bicara mengenai setiap perubahan dalam masyarakat. Hmm…nyambung gak ya
Kayaknya aMita yang sudah mengaku diplomat itu perlu diundang buat baca postinganmu nih Hang
Good Job! keep writing, mas.. hehe bisa dibilang kalo mau jadi orang yang berduit, jangan jadi diplomat. jadi pengusaha aja! betul kan? haha…
hey hey hey,,
aku dah baca..
i know all the consequences being a diplomat, adh, hang..
inti dr smwa itu adalah PENGABDIAN..
pengabdian kepada negara, pengabdian kepada diri sendiri, pengabdian kepada orang tua, dan yg paling utama adalah pengabdian kepada Allah..
“Dan janganlah layangkan pandanganmu kepada kenikmatan yg Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka. Itu (hanyalah) kembang kehidupan dunia, supaya dapat dengan demikian Kami menguji mereka. Tetapi rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal” QS: 20: 131
hmm, seenggaknya bisa travelling…
saya suka jalan2,,hehe
tp kayaknya kuliah saya gk bakal mengantarkan saya jd diplomat sih
Btw,, postingnya lancar nih!!
apdet terus….
Hehe,, sering2 blog-walking mas,, biar banyak fans
hehe
saya salut ma kmu pak..
kyknya dlm waktu dekat ini, impian mu tercapai pak menjadi seorang diplomat muda..
tp yg pasti akan ku kejar kmu pak.. whahaa..
ayoo, qta semangat jd diplomat muda !!
AMien…
Salut, semoga kamu bisa menjadi diplomat yang cerdas, tangguh dan bertanggung jawab. Deplu memerlukan diplomat muda yang mampu dan pantas menjadi wakil bangsa Indonesia di kancah internasional.
Menjadi diplomat adalah pengabdian kepada tanah air tercinta, dan menjaga serta melaksanakan amanah seluruh bangsa Indonesia.
Alhamdulillah, ada lagi junior di Dimas Diajeng yang mengikuti jejak saya.
Selamat datang dan selamat bergabung di Pejambon.
Salam.
Azis Nurwahyudi
KBRI Praga, Republik Ceko
dari klas 2 Sma alias KLas 11,,q Dah BerambiSi JAdi
DiploMat,,Meskipun banyak banget hal Merintangi
Jalan q Sekarang ni,,q akan tetep Berusaha menjadi seorang diplomat……..
good luck bwt dirimu yuph
super!!!! bapak hebat!! membela tanah air bner-bner posisi yang mulia… semoga amal kebaikannya dibalas ma Allah SWT, Amin!
oy pak, saya jurusan hubungan internasional, tapi saya bingung saya mau kemana, tadinya mw jadi diplomat,,, tapi saya perempuan pak, yach kembali ke kodratnya….. gimana dunkz pak? what do i have to do? saya butuh saran nich…
Mercy beaucoup ya pak!
saya punya mimpi jadi diplomat..moga2 tahun ini terwujud…menjadi diplomat menurut saya adalah suatu kebanggaan yang tak dapat dinilai dengan apapun..