Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia-Australia
December 31, 2008
RENDAH HATI DAN SARAT PRESTASI. Setidaknya inilah kesan yang pertama kali saya tangkap dari seorang Putra Wates, Bapak Sudaryomo Hartosudarmo, yang saat ini menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney. Dalam kesempatan khusus berbincang-bincang dengan Beliau, saya banyak mendapatkan cerita tentang masa lalu dan perjuangan Beliau dari awal karir di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia hingga akhirnya menjadi pimpinan perwakilan Republik Indonesia di Sydney. Sementara itu, dalam perbicangan dibawah ini, Bapak Sudaryomo akan mengemukakan pendapat mengenai dinamika hubungan bilateral Indonesia-Australia dalam perspektif beliau sebagai salah satu Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Sydney.
Abdi Negara
December 28, 2008
Setelah membahas tentang peran dan kinerja Diplomat pada hari pertama magang saya di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney, hari-hari selanjutnya saya dilibatkan untuk ikut mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Umum Indonesia 2009 di Australia, tepatnya di tiga wilayah negara bagian yang menjadi kewenangan KJRI Sydney, yaitu New South Wales, South Australia dan Queensland. Pekerjaan saya adalah mendata ulang dengan detail peserta pemilu di ketiga negara bagian tersebut yang hingga hari ini berjumlah kurang lebih tujuh belas ribu orang (17.000). Dimulai dari mengolah data hingga menyebarluaskan dan menjawab seluruh komentar maupun pendapat para pemilih tetap di Australia, tugas ini saya lakukan dengan detail dan teliti untuk menghindari adanya kekeliruan.
Pekerjaan mempersiapkan pemilu ini ada di bawah koordinasi Konsul Fungsi Kekonsuleran bersama dengan Konsul Fungsi Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan. Saya kemudian semakin menyadari bahwa peran suatu perwakilan negara di negara lain ternyata lebih kompleks dari apa yang menjadi bayangan saya selama ini. Mulai dari masalah ekonomi hingga masalah keimmigrasian, semuanya menjadi tanggung jawab suatu perwakilan negara, baik konsulat maupun kedutaan besar. Bahkan jika sudah sampai pada level kedutaan besar, suatu perwakilan negara juga harus fokus dalam mengamati masalah-masalah politik bilateral maupun multirateral, tergantung di negara mana kedutaan besar tersebut berada.
Dibawah Langit Sydney
December 25, 2008
I’ve been to cities that never close down,
From New York, to Rio and old London town..
Penggalan lirik lagu I still call Australia home diatas yang hingga hari ini menjadi salah satu lagu kebanggaan orang-orang Australia, menggambarkan sebuah perjalanan ke kota-kota di dunia yang kehidupannya tidak pernah berhenti, dari New York, Rio hingga London. Yang menarik, dalam penggalan lirik lagu diatas sama sekali tidak disebutkan apakah kehidupan kota-kota di Australia juga sama sekali tidak pernah berhenti, baik siang maupun hingga dini hari. Ini mungkin karena ternyata kota sebesar Sydney di Australia pun bisa berhenti, hening dan sunyi, setidaknya pada hari ini, 25 Desember 2008.
Jangan Jadi Diplomat
December 15, 2008
Pengalaman hari pertama saya menjalani internship di Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Sydney (KJRI Sydney) cukup menarik. Tugas hari pertama saya adalah di bidang protokoler, sehingga saya diminta untuk mengantar dan menjemput ke Sydney Airport beberapa tamu KJRI Sydney yang berasal dari KBRI maupun KJRI di beberapa negara tetangga. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan karena tugas ini memberikan saya kesempatan untuk sedikit belajar tentang praktek protokoler sembari memperluas network.
Namun, jauh dari keasyikan tersebut, di sore harinya saya menjalani kegiatan yang jauh menarik disaat berbincang dengan Bapak Edy Wardoyo, Konsul Fungsi Kekonsuleran KJRI Sydney. Bapak Edy Wardoyo menyampaikan beberapa hal kepada saya mengenai beberapa pengertian dasar Pedoman Tertib Diplomatik dan Tertib Protokol dan juga mengenai seputar kehidupan Diplomat. Beliau memberikan beberapa informasi dasar mengenai pedoman hukum dan pedoman diplomatik, pedoman ekonomi di bidang diplomasi, pedoman penerangan politik luar negeri, dan beberapa pedoman lainnya seputarfungsi diplomatik dan protokol.
ASEAN Alfa Challenge
December 12, 2008

Sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan semangat kewirausahaan bagi para generasi muda di Indonesia, ASEANpreneurs Youth Leaders Network (AYLN) mengadakan sebuah kompetisi ASEAN Alfa Challenge. Kompetisi ini merupakan program yang berbentuk menceritakan topik yang berkaitan dengan kewirausahawan. Peserta dapat memilih salah satu dari dua topik yang tersedia, yaitu antara menceritakan perjalanan kesuksesan pengusaha di sekitar wilayah negara ASEAN, atau menceritakan sebuah simulasi tentang apa yang akan dilakukan jika peserta menjadi CEO (Chief Executive Officer) dalam sebuah perusahaan berkembang di ASEAN. AYLN menyediakan hadiah dengan total lebih dari 5,000 USD untuk seluruh pemenang.
Sebuah Catatan Perjalanan
December 9, 2008
Klik disini untuk membaca artikel ini dalam versi pdf.
I faced it all, and I stood all, and did it my way.. – Frank Sinatra, My Way
Artikel ini akan dimulai dengan cerita tentang proses awal saya menjadi bagian dari keluarga besar Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta, mulai dari cerita mengenai peringkat Harapan Satu yang saya raih dalam Pemilihan Dimas Diajeng Yogyakarta 2007, hingga berlanjut dengan cerita tentang peran sebagai Ketua Paguyuban dimana kemudian tugas dan tanggung jawab yang saya emban menjadi lebih serius. Bagian kedua artikel ini akan bercerita mengenai berbagai dinamika yang terjadi selama periode pendek saya mengawal Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta, dari cerita mengenai usaha peningkatan kinerja organisasi hingga pembahasan detail setiap program yang diselenggarakan, termasuk beberapa kontroversi yang sempat mencuat didalamnya. Sebuah analisis pendek mengenai bentuk ideal Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta sebagai organisasi duta pariwisata akan menjadi bagian ketiga dari artikel ini. Sebagai penutup, artikel ini akan diakhiri dengan menarik kesimpulan dari ketiga bahasan diatas yang kemudian diharapkan mampu memberikan sebuah gambaran yang jelas tentang pemikiran sederhana saya hanya selama kurang lebih tujuh bulan aktif dalam Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta.