Inspirasi dari Flores
October 24, 2008
Kemarin waktu makan siang, saya berkenalan dengan salah satu orang Indonesia dari Flores, namanya Ibu Alfonsa. Ibu Alfonsa ini adalah salah satu pemenang Australian Leadership Awards yang mendapat kesempatan keliling Australia selama 3 bulan untuk presentasi tentang usahanya melestarikan salah satu nilai2 kebudayaan Indonesia. Dari Canberra hingga Adelaide, semuanya sudah dijamah dan berhasil menarik perhatian orang-orang Australia.
Upaya Ibu Alfonsa ini adalah peran dan kerja kerasnya dalam melestarikan Kain Tenun Ikat khas Flores (Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun – STILL), NTT. Tradisi membuat kain tenun adalah salah satu warisan nenek moyang masyarakat flores yang selama ini, bagi orang-orang flores, membuat kain tenun hanyalah sebuah aktivitas budaya sehingga makin lama makin tenggelam alias tinggal sedikit orang yg bisa menenun. Hal ini menggugah Ibu Alfonsa untuk merevitalisasi semangat orang-orang flores dan tetap membuat kain tenun hingga akhirnya usaha kain tenun ikat ini tidak hanya bertahan di flores, tetapi dikenal di penjuru dunia bahkan sampai ekspor ke negara-negara eropa. Terlampir foto-foto pameran Ibu Alfonsa sewaktu di Australia.
Saya sangat salut dan bangga. Disaat yang sulit seperti ini masih ada orang yang menyisihkan waktunya untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan kita, yang ia berhasil bekerja keras dan bangkit dengan usahanya sendiri tanpa bantuan pemerintah dan pihak asing. Di sisi lain, hal ini semakin meyakinkan kita semua bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya. sangat kaya. sangat kaya. Kekayaan sumber daya alam dan nilai-nilai kearifan lokal dari sabang sampai merauke nggak akan bisa selesai kita jelajahi satu persatu karena saking banyaknya. Dan semua ini adalah titipan anak cucu kita, agar kita bisa melestarikan dengan sebaik-baiknya.
Semua Ada Waktunya
October 20, 2008
menjadi bijaksana itu tidaklah mudah. sangat manusiawi, ketika seseorang bahagia saat ia menerima kemenangan dalam suatu hal, dan ia bersedih jika memang kekalahan menjadi takdirnya. bagi mereka yang tergelincir, kesedihan mampu membawa mereka ke sebuah masa yang tak berujung, yang akhirnya kesedihan itu berumur lama, menggerogoti hati mereka. sama halnya dengan ketika kemenangan diraih seseorang, bagi mereka yang tergelincir, tak jarang kemenangan itu akan membawa mereka pada kesombongan dan rasa lupa bahwa hidup itu berputar.
menjadi pemenang dengan menjadi pecundang, sama-sama hal yang susah. menjadi pemenang harus bijak, begitu pula dengan pecundang. pada akhirnya, dalam sebuah kehidupan pastiakan kita temui banyak kemenangan, dan tentunya, kekalahan dan kegagalan. ingat bahwa kegagalan sejati adalah saat seseorang terjatuh dan ia tak mampu kembali bangun karena tenggelam dengan kesedihannya. begitu juga dengan kemenangan sejati, adalah saat seseorang masih ingat bahwa roda hidup selalu berputar.
semua ada waktunya.
Fakta dan Kebiasaan
October 17, 2008
Setelah sempet kaget menerima message di YM dari Mas Kenji hampir sebulan yang lalu, akhirnya baru sekarang saya sempat ‘ngerjain’ PR yang ‘diwariskan’ kepada saya..
- Saya hobi banget ke anjungan airport di tempat saya tinggal hanya untuk ngeliat pesawat take off dan landing. Saya bukan orang yang bercita-cita jadi pilot dan bahkan saya malah tidak terlalu paham tentang bagaimana secara teknis sebuah pesawat bisa terbang. Yang membuat saya tergila-gila dengan hal ini tidak lain hanya karena sebuah prinsip sederhana. Saya percaya bahwa sebenernya sebuah perjalanan pesawat mirip dengan perjalanan manusia. Sebuah pesawat mutlak membutuhkan kerja keras, komitmen dan kerjasama sebelum akhirnya benar-benar bisa ‘terbang’ ke udara. Begitu pula dengan manusia yang baru bisa menggapai sukses setelah terbukti mampu menempa dirinya sendiri.
- Detail. Saya orangnya detail dan sayangnya terkadang malah terlalu detail. Temen-temen saya di Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta paham persis apa maksudnya ‘detail’ ini. Saya hanya ingin memastikan bahwa setiap hal yang kita kerjakan tidak ada yang terlewat meskipun hanya satu hal yang kecil dan sepele. Read the rest of this entry »
Sugeng Ambal Warsa kagem Nyayogyakarta Hadiningrat
October 7, 2008
Tepat di hari ini usiamu bertambah menjadi 252 tahun semenjak engkau didirikan. Aku selalu merindukanmu, keramahanmu, keindahanmu, dan kesederhanaanmu..
Aku berjanji untuk slalu pulang padamu sejauh apapun kaki ini melangkah, karena kesahajaanmu selalu membuatku takjub dan mengajakku berpikir lebih bijak tentang hidup dan kehidupan..
Mari kita tunjukkan pada dunia, semangat kearifan budaya kita..
Selamat Ulang Tahun ke-252 Yogyakarta ku tercinta..