Semoga

July 31, 2008

Registry Road

Akhirnya. Hari-hari yang cukup menyenangkan untuk sebuah awal dari proses membangun lingkungan dan network baru, dan untuk pertama kalinya bagi saya untuk hidup sendiri di negeri orang. Musim dingin di Adelaide tidak menyurutkan semangat saya untuk selalu belajar, memahami dan membuka diri dengan hal-hal baru.

Getting Around and Get Connected
Sebelum kuliah dimulai, saya mencoba untuk membuat diri saya senyaman mungkin untuk tinggal di Adelaide. Adelaide, kota yang tidak besar dan tidak terlalu kecil. Hanya ada tiga universitas di negara bagian South Australia ini, termasuk Flinders University of South Australia. Selama di Adelaide, saya tinggal dalam sebuah flat bersama dua orang mahasiswa australia, kandidat PhD. Hal ini cukup menarik, karena keduanya adalah suami istri yang masih sangat muda. Hal lain yang menguntungkan saya adalah saya semakin memahami bagaimana kebiasaan-kebiasaan kecil serta daily life dari para penduduk lokal.

Yang semakin membuat saya nyaman adalah ketika saya tahu bahwa ternyata Flinders juga memberikan pelayanan yang excellent untuk semua mahasiswa asing yang baru datang dari negara manapun. Bahkan ada sebuah unit yang ditugaskan khusus untuk konsen kepada mahasiswa asing, dinamakan ISSU – International Students Service Unit. Mereka mengadakan sebuah program orientasi mahasiswa yang bermutu, bermanfaat dan efektif untuk international students seperti saya. Semua hal tentang keunggulan dan kekurangan Adelaide diungkapkan dalam program ini, serta strategi-strategi kecil untuk bisa bertahan dan harapannya mampu menjadi survival guide bagi para mahasiswa asing. Ini adalah hal kecil yang sangat berkesan bagi saya.

Read the rest of this entry »

Akhirnya…

July 24, 2008

Hehehe… sekarang bisa terlihat dengan jelas, mana sahabat sejati dan mana kepentingan sejati, siapa yang mengabdi dan bekerja dengan tulus dan siapa yang bekerja asal-asalan, penuh pamrih dan kepentingan…

Terima kasih..
semuanya telah membuatku lebih matang dan kuat untuk menghadapi semua episode kehidupan…

30/06/2008 10:53:12 YOGYA (KR) – Pencanangan Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata berbasis budaya merupakan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Untuk dapat mengembangkan pariwisata dan budaya Yogyakarta dengan lebih baik. Namun tampaknya semangat generasi muda untuk mencintai dan memiliki budaya tersebut mulai pudar, terpengaruh oleh masuknya budaya asing dan teknologi yang semakin canggih.

Adanya fenomena itu menjadikan Paguyuban Dimas Diajeng Yogya terinspirasi untuk mengembalikan semangat generasi muda. Khususnya siswa-siswi SD untuk lebih mencintai dan memiliki budaya serta pariwisata dengan menggelar Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Yogya 2008.

Dalam siaran persnya yang diterima KR Sabtu (28/6) Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Hangga Fathana mengatakan, berbeda dengan perlombaan modelling dan kontes kecantikan bersegmen anak-anak yang telah lama merebak di Yogya.

Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Yogya 2008 lebih bertujuan untuk mengenalkan budaya dan pariwisata pada pelajar SD di Propinsi DIY. Hal ini merupakan salah satu siasat untuk melestarikan dan menanamkan sadar budaya dan wisata sejak dini, sehingga sense of belonging anak-anak terhadap budaya dan pariwisata semakin besar.

Hangga menambahkan, “Rangkaian kegiatan pemilihan Dimas Diajeng cilik ini akan dilaksanakan pada 13-20 Juli 2008. Dengan target peserta terbatas sebanyak 100 pelajar SD kelas 3-6 se-DIY (50 putra dan 50 putri). Formulir pendaftaran dapat diambil di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Jalan Suroto 11 Kotabaru dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB atau di download melalui www.dimasdiajeng.org,” katanya. Untuk informasi hubungi Dimas Indra di 081804276657