Kami Terus Berbenah

April 30, 2008

Untuk mendukung semangat perubahan, Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta menerapkan 6 (enam) langkah strategis yang terangkum dalam REFORMATION. Sebagai upaya untuk mendongkrak produktifitas PDDJ, semangat REFORMATION ini terdiri dari beberapa langkah dasar sebagai berikut :

CHARACTER AND COMMITMENT REVITALIZATION
Revitalisasi dan redefinisi karakter Dimas Diajeng yang sejati mutlak diperlukan sebagai modal awal PDDJ dalam melaksanakan langkah pengabdiannya untuk Yogyakarta tercinta. Dimas Diajeng yang sejati adalah generasi muda yang memiliki kapabilitas beauty, brain, dan behavior serta dengan tulus mengabdikan jiwa raga, ikut berkarya nyata untuk Yogyakarta. Semangat Sawiji, Greget, Sengguh lan Ora Mingkuh sebagai code of conduct PDDJ yang selama ini dipegang teguh, harus senantiasa mewarnai gerak langkah pengabdian Dimas Diajeng.

EFFECTIVE AND EFFICIENT WORK
Bekerja efektif dan efisien menjadi faktor yang vital demi menunjang produktifitas PDDJ sebagai wadah para Dimas Diajeng Jogja. Koordinasi dan kerjasama internal yang baik hanya akan dapat tercipta dengan prinsip kerja efektif dan efisien, sehingga apa yang menjadi tujuan PDDJ di tahun 2008 dapat tercapai sesuai dengan harapan.

ORGANIZATION SYSTEM RECOVERY
Perbaikan sistem organisasi secara komprehensif menjadi faktor yang sangat penting. Perbaikan dalam bidang ini sangat vital dikarenakan pembinaan hubungan dan kerjasama eksternal yang konstruktif hanya dapat dilakukan dengan sistem internal organisasi yang matang. Melalui perbaikan sistem organisasi ini, PDDJ akan tumbuh menjadi sebuah organisasi yang kuat dan kokoh.

PROGRAMS IMPLEMENTATION
Sebagai salah satu bentuk nyata pengabdian PDDJ untuk Yogyakarta, implementasi program juga sangat perlu diperhatikan. Melalui langkah ini, program tidak hanya akan berhenti dalam bentuk proposal, melainkan harus diimplementasikan secara rasional sebagai bentuk pertanggungjawaban perencanaan kegiatan. Sehingga, rangkaian program PDDJ yang terangkum dalam GEBYAR DIMAS DIAJENG 2008 merupakan sebuah upaya implementasi program yang harus dibuktikan dan dilaksanakan dengan rapi, terjadwal, dan terkendali.

PUBLIC SOCIALIZATION
Sosialisai pengabdian PDDJ kepada seluruh lapisan masyarakat menjadi perlu sebagai pemacu para generasi muda Yogyakarta untuk ikut berperan serta membangun Yogyakarta. Dengan sosialisasi yang tepat sasaran, diharapkan PDDJ mampu memposisikan diri sebagai wadah generasi muda yang berada bersama seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta.

NETWORK EXPANSION AND RETENTION
Hubungan dan kerjasama konstruktif yang selama ini telah terjalin dengan seluruh pihak mutlak perlu diperhatikan dan dikembangkan. Semangat networking wajib digulirkan sebagai bagian dari upaya ekspansi relasi PDDJ. Langkah ini diharapkan mampu mempermudah PDDJ dalam meningkatkan kualitas produktifitas kerja organisasi.

Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta 2008 :
Sedikit Bicara, Banyak Bekerja.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil dalam konser GEMA KHATULISTIWA di Taman Budaya Yogyakarta, 28 April 2008. Sebuah pergelaran kolaborasi epik antara teater, tari dan musik etnik dan orkestra. Dengan konduktor Singgih Sanjaya, ISI Students Orchestra mampu membuktikan kekuatan dan kualitas musik yang mereka mainkan.

Awesome! Bloody Impressive!

__________________________________

Tahun 2008 sesungguhnya memberikan harapan yang besar bagi kami di Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta. Setelah berbagai kerja keras, upaya, langkah dan program yang kami laksanakan secara berkelanjutan, maka berbagai perbaikan dan pencapaian seperti peningkatan produktifitas organisasi telah mulai kami capai dan rasakan. Tahun 2008 ini juga kami tandai dengan pencanangan Gebyar Dimas Diajeng 2008 sebagai sebuah rangkaian kegiatan nyata Paguyuban sekaligus bentuk dukungan kami untuk ikut mensukseskan program Nasional Visit Indonesia Year 2008 dan kampanye Yogyakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata di Indonesia.

Sementara itu, pencapaian organisasi di awal tahun 2008 semakin memberikan keyakinan bagi kami. Bila di tahun-tahun sebelumnya Paguyuban sebatas mengikuti kegiatan tematik dan protokoler kedinasan, maka pada awal tahun 2008 ini kami telah melaksanakan program Sadar Wisata Pelajar yang bekerjasama dengan SMP Negeri 5 Yogyakarta. Sebagai bagian dari Gebyar Dimas Diajeng 2008, Sadar Wisata Pelajar merupakan sebuah upaya untuk menumbuhkan sense of belonging sekaligus sense of ownership para pelajar terhadap nilai-nilai kepariwisataan dan kebudayaan Yogyakarta.

Di tengah harapan yang besar tersebut, sebagai sebuah Organisasi Asosiasi Duta Pariwisata, Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta terus berbenah menuju an integrated and well-organized organization. Perubahan-perubahan mendasar terus diupayakan secara bertahap dan terjadwal untuk perbaikan Paguyuban, termasuk perbaikan sistem organisasi dan pembuatan website Paguyuban. Peluncuran website dilaksanakan dengan tujuan bahwa nantinya website Paguyuban mampu menjadi sumber informasi resmi yang aktual dan up to date seputar Dimas Diajeng Yogyakarta, sekaligus menjadi media komunikasi efektif antara Paguyuban dengan semua pihak.

Hal utama dan upaya yang menjadi prioritas kami adalah bagaimana kami dapat bekerja keras, berkarya nyata dan mempersembahkan yang terbaik dalam langkah pengabdian kami untuk Yogyakarta tercinta. Sebagai Asosiasi Duta Pariwisata Yogyakarta, Paguyuban akan terus melanjutkan upaya dan langkah-langkah perbaikan yang kami laksanakan saat ini.

Akhirnya, atas nama Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta kami mengucapkan terima kasih atas segenap perhatian yang telah diberikan dalam mendukung usaha dan langkah perbaikan Paguyuban, dan kami akan terbuka atas segala pendapat, saran dan masukan dari semua pihak.

Salam,
Hangga Fathana

(Artikel ini dimuat dalam rubrik Greetings from the Chairman ; www.dimasdiajeng.org)

Pembuktian Dimas Indra

April 7, 2008

Dimas Kaharudin Indra, Wakil II Dimas Jogja 2007.

Ya, siapa yang tak kenal salah satu Dimas Jogja yang satu ini. Mungkin bagi Anda yang jarang mendengar kabar tentang Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta – PDDJ, nama Dimas Indra menjadi asing. Seperti yang tertulis diatas, Kaharudin Indra adalah salah satu pemenang pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2007 lalu dan mendapatkan gelar Wakil II. Namun dibalik prestasinya itu, ada hal lain yang jauh lebih menarik untuk dilihat dari mahasiswa biologi UGM ini.

Pada awal pembentukan struktur organisasi PDDJ, Dimas Jogja yang juga aktivis Marching Band UGM ini dipercaya menjadi Koordinator dari salah satu Departemen yang ada di Paguyuban. Dengan berjalannya waktu, ternyata peran Dimas Indra melebihi dari apa yang dibayangkan. Waktu, Tenaga dan Pikiran yang dicurahkan untuk PDDJ menggambarkan tingginya kualitas pengabdian Dimas Indra. Cara koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang dilakukan Dimas Indra merupakan cara yang efektif dan sejalan dengan mekanisme kinerja Paguyuban. Dimas Jogja yang juga bekerja di salah satu toko buku ternama di Yogyakarta ini pun selalu memegang teguh nilai-nilai profesionalisme dalam melaksanakan tugas Paguyuban.

Berdasarkan beberapa pertimbangan diatas itulah, kemudian Dimas Indra dipindah untuk mengisi pos jabatan Sekretaris PDDJ yang selama ini membeku. Dan harapan pun terwujud. Dimas Indra sangat memahami bahwa posisi Sekretaris merupakan sebuah amanat yang penting dalam struktur Paguyuban. Tugas-tugas sekretaris yang selama ini terhenti, membeku dan tidak terkomunikasikan, berubah seratus delapan puluh derajat ditangan Dimas Indra. Dan yang lebih mengejutkan, demi pembuktian komitmen yang dulu diucapkan sewaktu pemilihan Dimas Diajeng, Dimas Indra merelakan untuk berhenti bekerja di toko buku dan memilih untuk fokus di Paguyuban.

Pembuktian komitmen Dimas Indra diatas adalah sebuah contoh kematangan seseorang dalam membangun komitmen, dimana komitmen yang diucapkan dan dijanjikan tidak hanya berhenti pada untaian kata demi sebuah pencitraan diri. Bersama Dimas dan Diajeng yang lain, kehadiran Dimas Indra merupakan sebuah oase yang begitu menyejukkan dan menghidupkan ditengah angin perubahan yang sedang digalakkan Paguyuban.

 

 

Regain the Glory

April 4, 2008

Soaring to the sky,
Open your wings fly around the world,
Show the flag for all to see,
Show them who we really are,
Let the whole world see,
Fly away! Garuda Indonesia,
Hand in hand we feel the pride we cherish deep in our hearts,
Garuda Indonesia,
I will stand by you for country and for home,

Bagi saya, lirik lagu My Pride, theme song Garuda Indonesia diatas setidaknya menggambarkan semangat perubahan Garuda Indonesia menuju sebuah perusahaan full-service-airline yang lebih baik. Lagu yang telah dilaunching pada Januari 2008 lalu, nampaknya sengaja dipersiapkan Garuda Indonesia untuk memberikan motivasi kepada seluruh keluarga besarnya dan kepada siapapun yang bangga terhadap maskapai penerbangan nasional ini.

Di tengah dinamika persaingan perusahaan penerbangan yang ketat di Indonesia, Garuda Indonesia mencoba bertahan untuk tetap berada di posisi teratas, sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.Garuda Indonesia A330-300 (Tail View)

Garuda Indonesia terus berbenah. Setelah diterjang badai dan ujian yang berat, perusahaan penerbangan plat merah ini terus memperbaiki diri. Ini terbukti dari performa perusahaan yang cukup membanggakan, dimana sebelum tahun 2007, Garuda Indonesia terus berulang kali menanggung kerugian lebih dari seratus milyar rupiah setiap tahunnya, dan di tahun 2007 kemarin Garuda Indonesia berhasil menghasilkan keuntungan 259 milyar rupiah.

Demam pembelian armada pesawat baru yang saat ini dilakukan oleh kebanyakan maskapai penerbangan di Indonesia, disikapi Garuda Indonesia dengan penuh kehati-hatian. Menurut rekan saya, Bapak Sentot Mujiono, Marketing Manager PT. Garuda Indonesia untuk Branch Office Yogyakarta, setelah pada tahun 2007 kemarin Garuda Indonesia memesan 18 pesawat baru Boeing 737-800NG dan 10 pesawat baru Boeing 787 Dreamliner langsung dari Boeing Company, tahun 2008 ini Garuda Indonesia kembali memperkuat armadanya dengan menambah pesanan 10 pesawat baru Boeing 777 Extended Range.

The New Garuda Indonesia Boeing 777 ERKeputusan Garuda Indonesia untuk menambah kekuatan armadanya bukan langkah yang salah. Armada yang dipilih oleh Garuda Indonesia pun merupakan pilihan yang tepat, dimana Boeing 737-800NG memiliki level efisiensi yang lebih tinggi dibanding jenis pesawat sekelasnya. Pesawat berbadan lebar Boeing 787 Dreamliner & Boeing 777 Extended Range nampaknya juga sengaja dipilih Garuda Indonesia untuk melakukan persiapan ekspansi rute Internasional. Dengan demikian, usaha Garuda Indonesia dalam menguatkan posisinya sebagai full-service-airline akan semakin banyak terbantu dengan penambahan jumlah armada yang cukup signifikan.

Wacana privatisasi pun digulirkan untuk meningkatkan produktifitas maskapai penerbangan tertua di Indonesia ini. Sekalipun banyak kontroversi, Garuda Indonesia seakan tidak bergeming dan lebih memilih untuk tetap fokus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada konsumen. Di sisi lain, maskapai penerbangan yang dipimpin oleh Emirsyah Satar ini terus mencari jalan untuk mempertahankan dan meningkatkan market share yang semakin melonjak semenjak tahun 2007.

Garuda Indonesia Melayani Dari HatiPersoalan load-factor Garuda Indonesia yang dulu cenderung stagnan dan menurun, kini berangsur mulai meningkat. Sebut saja rute DPS-DRW, Denpasar-Darwin yang dulu dianggap sebagai salah satu rute kering Garuda Indonesia. Bapak Syahrul Baharuddin Tahir, General Manager PT. Garuda Indonesia untuk Branch Office Darwin, Northern Territory, Australia mengemukakan bahwa saat ini terjadi peningkatan load-factor yang cukup signifikan untuk rute Denpasar-Darwin. Ini kemudian menjadi salah satu indikator meningkatnya load-factor Garuda Indonesia secara menyeluruh.

Catatan hitam tentang Garuda Indonesia pun perlahan mulai terhapus. Tragedi GA 200 di Yogyakarta dan larangan terbang oleh Uni Eropa dijawab Garuda Indonesia dengan perbaikan kualitas dan peningkatan produktifitas kerja. Catatan hitam ini seperti tidak mempengaruhi kepercayaan masyarakat dengan Garuda Indonesia, terbukti dari peningkatan load-factor dan keuntungan yang diraih Garuda Indonesia pada tahun 2007 lalu. RI 2 - Garuda Indonesia A330-300

Perubahan positif yang terjadi dalam kinerja Garuda Indonesia ini sudah sepatutnya kita dukung. Setelah mengalami pendarahan akut bertahun-tahun lamanya, Garuda Indonesia kini mulai bergerak, mengepakkan sayapnya untuk kembali terbang tinggi dan merebut kejayaan di masa lalu, dimana pada era 1980-an Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan yang dibanggakan di Asia setelah JAL – Japanese Airlines.

Garuda Indonesia, bukan hanya sebuah maskapai penerbangan komersial yang saat ini tengah bertarung, bertahan dan berjuang untuk meraih kembali kejayaannya. Namun lebih dari itu, Garuda Indonesia merupakan bagian dari sejarah dan kebanggaan Indonesia. Terbanglah Garuda Indonesiaku! Regain the Glory!