Posted by: hanggaku | August 17, 2008

Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku

Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku.

Posted by: hanggaku | August 9, 2008

Aku akan kembali untuk Indonesia

Tanah Airku yang tercinta..
Aku begitu membanggakanmu, mengagumimu. Sejarahmu tersirat begitu dahsyat, megah dan berarti. Budayamu begitu berwarna, membuat setiap orang berdecak kagum.

Tanah Airku yang tercinta..
Rangkaian dinamika yang terjadi membuatku semakin ingin mempertahankanmu. Setiap peristiwa yang berlalu membuatmu semakin kuat dan tegar, biarpun aku sangat tahu saat ini engkau sedang bertahan dari perihnya cobaan. Tidak jarang kita dilecehkan dan dipandang sebelah mata, tapi justru ini semakin membakar semangatku untuk membela, membangun dan mempertahankanmu.

Tanah Airku yang tercinta..
Kini aku diseberang, meninggalkanmu untuk kembali padamu.
Disini, jangankan menyanyikan lagu kebangsaan kita, mengingatmu saja sudah membuatku meneteskan air mata dari hati yang terdalam, terenyuh dan semakin terpacu untuk mempertahankanmu. Negeri lain memang sangat indah, tapi tanah kita tetap yang terindah. 

Tanah Airku yang tercinta..
Aku berjanji pada diriku, menjadikan sisa umurku untuk mengabdi padamu.
Cukup sedetik bagiku, sebelum aku mati, melihatmu berjaya dan dipuja seluruh bangsa di dunia. Aku akan kembali untukmu, untuk tanah air kita tercinta, Indonesia. 

Tanah Air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu

Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalahku rasa senang

Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan!

 

Posted by: hanggaku | August 7, 2008

Membidik Keheningan Adelaide

Posted by: hanggaku | August 7, 2008

Let Us Move Ahead

Erwin Gutawa, aset Indonesia.

Preface
Lagu ini merupakan lagu tentang ASEAN. Saya yakin, jika seluruh masyarakat ASEAN mendengarkan lagu ini dengan seksama, pasti sense of ASEAN mereka terpanggil. Liriknya begitu menyentuh karya Rizali Indrakesuma, aransemennya megah dan berkarakter, gubahan Erwin Gutawa yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Sayangnya lagu ini kurang didukung publikasi yang bagus, sehingga tidak sebagian besar Masyarakat ASEAN tahu dan bahkan pernah mendengar lagu ini. Klik disini untuk mendengarkan lagu Let us move ahead.

LET US MOVE AHEAD (ASEAN Song)

Composed by Candra Darusman
Lyrics by Rizali Indrakesuma
Arranged by Erwin Gutawa
Sung by Lea Simanjuntak & Gabriel B. Harvianto

Throughout these years
We have resolved
Working hard together
For a true community
The beauty of diversity
Bridging all the differences
A sense of unity

CHORUS:
Let us move ahead
Hand in hand as one
Let the virtue stand
And face the challenges of time
Let us move ahead
Integrate as one
To an ASEAN community
Prosperity, peace and harmony

The future is ours
We have the strength
We shall find the peace
Within ourselves and with the world
And as we strive
In our resolve
Sharing this one vision of a true community

Repeat the Chorus

Repeat I except the sixth line

Repeat the Chorus two times

To an ASEAN community
Prosperity, peace and harmony

Posted by: hanggaku | July 31, 2008

Semoga

Registry Road

Akhirnya. Hari-hari yang cukup menyenangkan untuk sebuah awal dari proses membangun lingkungan dan network baru, dan untuk pertama kalinya bagi saya untuk hidup sendiri di negeri orang. Musim dingin di Adelaide tidak menyurutkan semangat saya untuk selalu belajar, memahami dan membuka diri dengan hal-hal baru.

Getting Around and Get Connected
Sebelum kuliah dimulai, saya mencoba untuk membuat diri saya senyaman mungkin untuk tinggal di Adelaide. Adelaide, kota yang tidak besar dan tidak terlalu kecil. Hanya ada tiga universitas di negara bagian South Australia ini, termasuk Flinders University of South Australia. Selama di Adelaide, saya tinggal dalam sebuah flat bersama dua orang mahasiswa australia, kandidat PhD. Hal ini cukup menarik, karena keduanya adalah suami istri yang masih sangat muda. Hal lain yang menguntungkan saya adalah saya semakin memahami bagaimana kebiasaan-kebiasaan kecil serta daily life dari para penduduk lokal.

Yang semakin membuat saya nyaman adalah ketika saya tahu bahwa ternyata Flinders juga memberikan pelayanan yang excellent untuk semua mahasiswa asing yang baru datang dari negara manapun. Bahkan ada sebuah unit yang ditugaskan khusus untuk konsen kepada mahasiswa asing, dinamakan ISSU - International Students Service Unit. Mereka mengadakan sebuah program orientasi mahasiswa yang bermutu, bermanfaat dan efektif untuk international students seperti saya. Semua hal tentang keunggulan dan kekurangan Adelaide diungkapkan dalam program ini, serta strategi-strategi kecil untuk bisa bertahan dan harapannya mampu menjadi survival guide bagi para mahasiswa asing. Ini adalah hal kecil yang sangat berkesan bagi saya.

Waktu yang cukup panjang sebelum masa kuliah dimulai saya manfaatkan sepenuhnya untuk mengenal kota yang namanya diambil dari permaisuri Raja William ini. Saya mulai belajar untuk menggunakan fasilitas transportasi publik, seperti bus, tram dan kereta api. Semuanya terintegrasi dan terawat dengan baik. Atas program pemerintah, untuk mahasiswa asing seperti saya, cukup membayar 50% dari ongkos Bus normal dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Students Consession cukup membantu dan meringankan biaya hidup saya selama tinggal di Adelaide.

Selain belajar sistem transportasi publik, saya juga mengunjungi tempat-tempat yang akan saya butuhkan selama tinggal di Adelaide, seperti supermarket, laundry, pertokoan, bioskop, dll. Mulai dari Marion Shopping Centre hingga Rundle Mall, semuanya saya coba kunjungi serta mengingat-ingat akses menuju ke tempat-tempat tersebut diatas.  

Getting Started
Masa perkuliahan dimulai, begitu pula dengan kelas saya. Saya awalnya cukup terkejut dengan pola mengajar yang diterapkan di Flinders. Semuanya serba online dan terintegrasi dengan sangat rapi dan sangat baik. Kartu mahasiswa yang saya miliki adalah satu-satunya akses saya untuk hampir segala hal yang berkaitan dengan akademik. Meminjam buku di semua perpustakaan di Adelaide, absen, dll, cukup hanya dengan satu kartu mahasiswa. Dosen yang membawakan satu mata kuliah pun membawakan materi dengan sangat serius dan up to date. Semuanya serba well prepared dan tidak asal-asalan.

Semester ini saya mengambil tiga mata kuliah yang kesemuanya berbobot 6 unit. Dalam sistem akademik fakultas sosial di Flinders, mahasiswa disarankan maksimal mengambil 18 unit setiap semester. Ketiga mata kuliah yang saya ambil tersebut adalah Australia and the World, Debating Human Rights in International Relations dan Perspectives on International Studies.

University Drive

University Drive

Semula saya berpikir bahwa tiga mata kuliah terlalu sedikit, karena di UMY saya terbiasa dengan tujuh hingga sembilan mata kuliah per semester. Dugaan saya sedikit meleset, karena seperti yang saya ungkapkan diatas bahwa di Flinders, semua mata kuliah dibawakan oleh dosen yang well prepared, sehingga assessment dan tugas-tugas seperti essay, kesemuanya sudah dirancang dan dipersiapkan dari awal. Untuk mahasiswa S1 seperti saya, saya diminta membuat essay 6000 kata dalam jangka waktu dua bulan sekali. Saya cukup tertantang dengan tugas ini, karena atmostif di Flinders sangat mendukung mahasiswanya untuk mencari referensi hingga keseluruh perpustakaan di Adelaide.

Akhirnya, saya berharap semoga jalan hidup yang saya tempuh saat ini bukanlah sekadar batu loncatan (stepping stone), namun lebih dari itu, merupakan sebuah jumping stone bagi saya untuk mengejar masa depan saya. Semoga.

Posted by: hanggaku | July 24, 2008

Akhirnya…

Hehehe… sekarang bisa terlihat dengan jelas, mana sahabat sejati dan mana kepentingan sejati, siapa yang mengabdi dan bekerja dengan tulus dan siapa yang bekerja asal-asalan, penuh pamrih dan kepentingan…

Terima kasih..
semuanya telah membuatku lebih matang dan kuat untuk menghadapi semua episode kehidupan…

Posted by: hanggaku | July 9, 2008

Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Yogya 2008

30/06/2008 10:53:12 YOGYA (KR) - Pencanangan Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata berbasis budaya merupakan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Untuk dapat mengembangkan pariwisata dan budaya Yogyakarta dengan lebih baik. Namun tampaknya semangat generasi muda untuk mencintai dan memiliki budaya tersebut mulai pudar, terpengaruh oleh masuknya budaya asing dan teknologi yang semakin canggih.

Adanya fenomena itu menjadikan Paguyuban Dimas Diajeng Yogya terinspirasi untuk mengembalikan semangat generasi muda. Khususnya siswa-siswi SD untuk lebih mencintai dan memiliki budaya serta pariwisata dengan menggelar Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Yogya 2008.

Dalam siaran persnya yang diterima KR Sabtu (28/6) Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Hangga Fathana mengatakan, berbeda dengan perlombaan modelling dan kontes kecantikan bersegmen anak-anak yang telah lama merebak di Yogya.

Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Yogya 2008 lebih bertujuan untuk mengenalkan budaya dan pariwisata pada pelajar SD di Propinsi DIY. Hal ini merupakan salah satu siasat untuk melestarikan dan menanamkan sadar budaya dan wisata sejak dini, sehingga sense of belonging anak-anak terhadap budaya dan pariwisata semakin besar.

Hangga menambahkan, “Rangkaian kegiatan pemilihan Dimas Diajeng cilik ini akan dilaksanakan pada 13-20 Juli 2008. Dengan target peserta terbatas sebanyak 100 pelajar SD kelas 3-6 se-DIY (50 putra dan 50 putri). Formulir pendaftaran dapat diambil di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Jalan Suroto 11 Kotabaru dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB atau di download melalui www.dimasdiajeng.org,” katanya. Untuk informasi hubungi Dimas Indra di 081804276657

Posted by: hanggaku | July 2, 2008

Garuda Lovers Online Festival

Posted by: hanggaku | June 20, 2008

What the mind can conceive, the mind can achieve..

Kalimat diatas baru saya temukan seminggu kemarin dalam buku usang IT’S NOT HOW GOOD YOU ARE, IT’S HOW GOOD YOU WANT TO BE. yang saya beli pada tahun 2003 di Dymocks. Kata-kata yang biasa, sederhana dan cukup menarik. Sepintas, kata-kata sejenis itu sudah biasa kita dengar yang fungsinya tidak lain hanya mendorong kita untuk terus bersemangat mencapai tujuan. 

Tidak ada yang aneh, apalagi hal yang baru untuk mengartikan kata-kata diatas. Maksudnya sama saja dengan kata-kata lainnya seperti, I can dream it, I can do it; When there is a will, there will be a way dan banyak lainnya yang berarti serupa. 

Yang kemudian membuat saya penasaran, kenapa dengan banyaknya kata-kata motivasi seperti ini, masih tetap saja ada orang yang merasa kurang mampu mewujudkan keinginannya? Masih saja banyak alasan sebagai pembenaran ketakutan seseorang untuk mengejar impian, mulai dari ketidakpercayaan diri hingga takut mendahului Tuhan. Bahkan, tidak jarang bagi sebagian dari kita berpikir bahwa orang yang percaya diri justru dianggap orang yang berlebihan dan takabur. Mana yang benar?

Tidak ada yang benar, dan tidak ada yang salah. Semuanya tergantung diri kita sendiri. Mimpi kita adalah masa depan kita, namun bisa jadi juga sebuah ilusi dahsyat yang membius produktifitas kita. Semuanya tergantung bagaimana kita memahami apa arti sebuah cita-cita, impian dan harapan. Bagi saya pribadi, selama kita mau berupaya keras dan terus berdoa, di bawah langit ini tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita punya tujuan baik, dan apa yang kita cita-citakan memang sesuai dengan kemampuan kita, tidak ada yang perlu ditunggu kecuali kesuksesan yang kita inginkan. Kegagalan pasti ada, namun beriringan dengan kegagalan kita akan semakin matang untuk mencari jalan terbaik meraih tujuan kita. 

Bagaimana dengan Anda?

Posted by: hanggaku | June 14, 2008

Adik-adik, Daftar Sekarang Juga!

Older Posts »

Categories