(Harus) Belajar Bahasa Mandarin

我回印尼的时候,我得学习汉语。

Akhir bulan Juli 2009. Sepulang dari menyelesaikan studi S1 di The Flinders University of South Australia, saya masih harus berhadapan dengan sistem akademik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), terutama perihal memenuhi syarat untuk menyelesaikan S1 di UMY. Sudah tentu syarat akhir untuk bisa mendapatkan gelar sarjana di Indonesia adalah menulis skripsi untuk kemudian diuji dalam panggung pendadaran.

Tetapi ternyata yang membuat saya gundah bukanlah penulisan skripsi yang sering menjadi momok bagi mahasiswa. Jauh dari itu, untuk bisa sepenuhnya fokus menulis skripsi, saya harus mengambil tiga mata kuliah terlebih dahulu yang selama ini belum saya ambil : Bahasa Mandarin I, II dan III.

Bukan main. Ketiga mata kuliah itulah yang harus saya ambil dalam satu semester ganjil 2009. Tidak ada pilihan lain, kecuali jika saya mau menunda waktu menyelesaikan studi S1 saya di UMY, ketiga mata kuliah tersebut boleh saya tempuh dalam tiga semester atau satu setengah tahun. Tapi saya tetap bertekad dan berkeyakinan bahwa apapun yang kita hadapi harus kita jalani dengan baik.

Akhirnya menempuh kesemua mata kuliah itu dalam satu semester menjadi keputusan saya. Dengan kata lain, saya harus mengikuti kelas bahasa mandarin setiap hari Senin hingga Jumat selama enam bulan!. Yang lebih luar biasa lagi, dalam kelas express yang saya tempuh, hanya ada satu dosen dan satu mahasiswa, yaitu saya sendiri!. Bagi saya ini bukan hal yang mudah, karena dengan mengambil keputusan ini maka sama artinya dengan menghabiskan waktu selama setengah tahun untuk belajar bahasa Mandarin.

Mulanya saya sedikit ragu, mulai dari seberapa banyak manfaat yang bisa saya dapat dengan belajar bahasa Mandarin hingga mampukah saya mengikuti tiga kelas bahasa Mandarin sekaligus dalam satu semester?. Keraguan saya saat itu semakin meraja karena lebih banyak orang disekitar saya memilih untuk belajar bahasa Jerman, Prancis, Spanyol dan Jepang ketimbang Mandarin dengan alasan bahwa bahasa-bahasa tersebut adalah bahasa terpenting setelah bahasa Inggris. Belum lagi dengan momok sebagian besar mahasiswa yang percaya bahwa belajar bahasa Mandarin itu susahnya luar biasa. Waduh!. (more…)

Add comment January 14, 2010

Nyuwun Pangaksami..

Siapa yang melakukan kebaikan niscaya akan dituliskan baginya sepuluh kebaikan atau lebih, dan siapa yang melakukan satu dosa dan kesalahan, maka akan dituliskan baginya satu dosa dan kesalahan atau diampuni baginya. Siapa yang mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, niscaya Aku akan mendekat sehasta, siapa yang mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku akan mendekat sedepa, siapa yang berusaha untuk mendekat kepadaKu dengan berjalan kaki, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berlari, siapa yang datang menemuiKu membawa dosa sepenuh bumi dan dia tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula..

Add comment June 16, 2009

Merenung

Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya..
Bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya..

Add comment April 17, 2009

Segera Gadaikan Seluruh BUMN Indonesia

Segera gadaikan seluruh BUMN di Indonesia. Setelah beberapa penjualan BUMN seperti listing Telkom di NYSE, Semen Gresik dan Indosat, nampaknya masih belum lengkap jika beberapa BUMN lain yang dianggap sektor usahanya kompetitif tidak ikut serta dijual. Masih ada beberapa BUMN yang tersisa, seperti Garuda Indonesia, BTN, BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkom dan Pertamina dimana kesemua perusahaan ini dapat dijual seluruhnya (100%).

Bahkan UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN tidak memberikan indikasi baik secara eksplisit maupun implisit tentang proteksi terhadap BUMN yang akan dijual. Pasal 76 UU 19/2003 secara tertulis menyatakan sebuah perusahaan yang dapat diprivatisasi setidak-tidaknya memenuhi kriteria : (a) industri/sektor usahanya kompetitif, atau (b) industri/sektor usaha yang unsur teknologinya cepat berubah. Dengan demikian, semua BUMN milik Indonesia saat ini bisa dijual 100%.
(more…)

6 comments March 16, 2009

Saatnya Turun dari Menara Gading

Semakin maraknya fenomena pemilihan duta di Indonesia nampaknya perlu menjadi perhatian bersama. Baik kontes puteri-putera, duta pariwisata, duta pemuda maupun duta budaya dari tingkat daerah hingga tingkat nasional, ajang pemilihan yang sebagian besar melibatkan kompetensi brain, beauty dan behavior ini, disadari atau tidak, jika tidak dikelola dengan bijaksana dan dipersiapkan dengan matang, sedikit banyak mampu memiliki potensi untuk bergeser dari tujuan awal penyelenggaraan pemilihan.

Menjadi duta merupakan sebuah kesempatan dimana kita dipercaya tampil untuk mewakili nilai-nilai maupun semangat yang dimiliki oleh suatu komunitas ataupun masyarakat tertentu, baik dalam lingkup yang luas maupun lingkup khusus. Dalam perspektif normatif, makna mewakili tentu memiliki arti yang komprehensif, dimana seorang duta tidak hanya sekadar dituntut untuk menjadi skill-full atau memiliki kemampuan teknis seperti penguasaan bahasa asing, public speaking, serta penguasaan pengetahuan umum dan current affair, namun lebih dari itu, sesungguhnya menjadi seorang duta juga harus memiliki values of attitude yang mutlak tidak kalah pentingnya dengan kemampuan teknis. Values of attitude disini terdiri dari nilai-nilai integritas, loyalitas, kemauan untuk bekerja keras dan kematangan seseorang dalam bersikap serta berperilaku (maturity).

(more…)

Add comment February 16, 2009

Jangan Takut Bermimpi

Alkisah, seorang mahasiswa ulet yang baru berumur 21 tahun di Inggris telah berhasil mendirikan sebuah majalah kampus yang berkembang sangat pesat, hingga akhirnya menarik minat beberapa milyuner untuk menjadi investor dalam perusahaan majalah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, majalah yang didirikan mahasiswa tersebut akan diberi dana jutaan pound sterling dari para investor untuk memperkuat operasi dan juga memperluas jaringan majalah.

Sebelum penandatanganan kontrak kerjasama investasi, sang mahasiswa diundang ke sebuah kafe oleh para investor untuk diminta memberikan penjelasan dan gambaran kemana perusahaan majalah ini akan dibawa selama lima hingga sepuluh tahun kedepan. Dengan penuh percaya diri, sang mahasiswa menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun kedepan ia akan mengembangkan perusahaan majalah itu dengan membuat sebuah grup perusahaan yang terdiri dari beberapa unit usaha seperti perusahaan rekaman, majalah sampai mendirikan sebuah perusahaan penerbangan (airline company).  

(more…)

3 comments January 31, 2009

(Ingin) Bertemu Erwin Gutawa

Jika saya memiliki kesempatan untuk bertemu para musisi Indonesia, sudah pasti Erwin Gutawa masuk dalam nomor urut atas yang paling saya prioritaskan. Musisi Indonesia yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, dilihat dari setiap komposisi lagu yang dia hasilkan. Kontribusinya dalam musik Indonesia sudah sangat banyak, dimulai dari pemain bas, arranger, hingga konduktor orkestra sekelas London Symphony Orchestra. Hitung saja berapa jumlah penyanyi legendaris Indonesia yang musiknya sukses digarap oleh Erwin Gutawa, mulai dari Ruth Sahanaya, Edo Kondologit, Krisdayanti hingga Chrisye. Karakter musik Erwin Gutawa yang kuat dan khas tak luput membuat setiap pendengarnya bergetar dan berdecak terkagum.

(more…)

2 comments January 2, 2009

Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia-Australia

RENDAH HATI DAN SARAT PRESTASI. Setidaknya inilah kesan yang pertama kali saya tangkap dari seorang Putra Wates, Bapak Sudaryomo Hartosudarmo, yang saat ini menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney. Dalam kesempatan khusus berbincang-bincang dengan Beliau, saya banyak mendapatkan cerita tentang masa lalu dan perjuangan Beliau dari awal karir di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia hingga akhirnya menjadi pimpinan perwakilan Republik Indonesia di Sydney. Sementara itu, dalam perbicangan dibawah ini, Bapak Sudaryomo akan mengemukakan pendapat mengenai dinamika hubungan bilateral Indonesia-Australia dalam perspektif beliau sebagai salah satu Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Sydney.

(more…)

1 comment December 31, 2008

Abdi Negara

Setelah membahas tentang peran dan kinerja Diplomat pada hari pertama magang saya di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney, hari-hari selanjutnya saya dilibatkan untuk ikut mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Umum Indonesia 2009 di Australia, tepatnya di tiga wilayah negara bagian yang menjadi kewenangan KJRI Sydney, yaitu New South Wales, South Australia dan Queensland. Pekerjaan saya adalah mendata ulang dengan detail peserta pemilu di ketiga negara bagian tersebut yang hingga hari ini berjumlah kurang lebih tujuh belas ribu orang (17.000). Dimulai dari mengolah data hingga menyebarluaskan dan menjawab seluruh komentar maupun pendapat para pemilih tetap di Australia, tugas ini saya lakukan dengan detail dan teliti untuk menghindari adanya kekeliruan.

Pekerjaan mempersiapkan pemilu ini ada di bawah koordinasi Konsul Fungsi Kekonsuleran bersama dengan Konsul Fungsi Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan. Saya kemudian semakin menyadari bahwa peran suatu perwakilan negara di negara lain ternyata lebih kompleks dari apa yang menjadi bayangan saya selama ini. Mulai dari masalah ekonomi hingga masalah keimmigrasian, semuanya menjadi tanggung jawab suatu perwakilan negara, baik konsulat maupun kedutaan besar. Bahkan jika sudah sampai pada level kedutaan besar, suatu perwakilan negara juga harus fokus dalam mengamati masalah-masalah politik bilateral maupun multirateral, tergantung di negara mana kedutaan besar tersebut berada.

(more…)

Add comment December 28, 2008

Dibawah Langit Sydney

I’ve been to cities that never close down,
From New York, to Rio and old London town..

Penggalan lirik lagu I still call Australia home diatas yang hingga hari ini menjadi salah satu lagu kebanggaan orang-orang Australia, menggambarkan sebuah perjalanan ke kota-kota di dunia yang kehidupannya tidak pernah berhenti, dari New York, Rio hingga London. Yang menarik, dalam penggalan lirik lagu diatas sama sekali tidak disebutkan apakah kehidupan kota-kota di Australia juga sama sekali tidak pernah berhenti, baik siang maupun hingga dini hari. Ini mungkin karena ternyata kota sebesar Sydney di Australia pun bisa berhenti, hening dan sunyi, setidaknya pada hari ini, 25 Desember 2008.

(more…)

Add comment December 25, 2008

Previous Posts


现在我做什么?

今天是什么日期?

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

我的故事

请您查一查