Nyuwun Pangaksami..
June 16, 2009
Siapa yang melakukan kebaikan niscaya akan dituliskan baginya sepuluh kebaikan atau lebih, dan siapa yang melakukan satu dosa dan kesalahan, maka akan dituliskan baginya satu dosa dan kesalahan atau diampuni baginya. Siapa yang mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, niscaya Aku akan mendekat sehasta, siapa yang mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku akan mendekat sedepa, siapa yang berusaha untuk mendekat kepadaKu dengan berjalan kaki, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berlari, siapa yang datang menemuiKu membawa dosa sepenuh bumi dan dia tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula..
Merenung
April 17, 2009
Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya..
Bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya..
Segera Gadaikan Seluruh BUMN Indonesia
March 16, 2009
Segera gadaikan seluruh BUMN di Indonesia. Setelah beberapa penjualan BUMN seperti listing Telkom di NYSE, Semen Gresik dan Indosat, nampaknya masih belum lengkap jika beberapa BUMN lain yang dianggap sektor usahanya kompetitif tidak ikut serta dijual. Masih ada beberapa BUMN yang tersisa, seperti Garuda Indonesia, BTN, BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkom dan Pertamina dimana kesemua perusahaan ini dapat dijual seluruhnya (100%).
Bahkan UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN tidak memberikan indikasi baik secara eksplisit maupun implisit tentang proteksi terhadap BUMN yang akan dijual. Pasal 76 UU 19/2003 secara tertulis menyatakan sebuah perusahaan yang dapat diprivatisasi setidak-tidaknya memenuhi kriteria : (a) industri/sektor usahanya kompetitif, atau (b) industri/sektor usaha yang unsur teknologinya cepat berubah. Dengan demikian, semua BUMN milik Indonesia saat ini bisa dijual 100%.
Read the rest of this entry »
Saatnya Turun dari Menara Gading
February 16, 2009
Semakin maraknya fenomena pemilihan duta di Indonesia nampaknya perlu menjadi perhatian bersama. Baik kontes puteri-putera, duta pariwisata, duta pemuda maupun duta budaya dari tingkat daerah hingga tingkat nasional, ajang pemilihan yang sebagian besar melibatkan kompetensi brain, beauty dan behavior ini, disadari atau tidak, jika tidak dikelola dengan bijaksana dan dipersiapkan dengan matang, sedikit banyak mampu memiliki potensi untuk bergeser dari tujuan awal penyelenggaraan pemilihan.
Menjadi duta merupakan sebuah kesempatan dimana kita dipercaya tampil untuk mewakili nilai-nilai maupun semangat yang dimiliki oleh suatu komunitas ataupun masyarakat tertentu, baik dalam lingkup yang luas maupun lingkup khusus. Dalam perspektif normatif, makna mewakili tentu memiliki arti yang komprehensif, dimana seorang duta tidak hanya sekadar dituntut untuk menjadi skill-full atau memiliki kemampuan teknis seperti penguasaan bahasa asing, public speaking, serta penguasaan pengetahuan umum dan current affair, namun lebih dari itu, sesungguhnya menjadi seorang duta juga harus memiliki values of attitude yang mutlak tidak kalah pentingnya dengan kemampuan teknis. Values of attitude disini terdiri dari nilai-nilai integritas, loyalitas, kemauan untuk bekerja keras dan kematangan seseorang dalam bersikap serta berperilaku (maturity).
Jangan Takut Bermimpi
January 31, 2009
Alkisah, seorang mahasiswa ulet yang baru berumur 21 tahun di Inggris telah berhasil mendirikan sebuah majalah kampus yang berkembang sangat pesat, hingga akhirnya menarik minat beberapa milyuner untuk menjadi investor dalam perusahaan majalah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, majalah yang didirikan mahasiswa tersebut akan diberi dana jutaan pound sterling dari para investor untuk memperkuat operasi dan juga memperluas jaringan majalah.
Sebelum penandatanganan kontrak kerjasama investasi, sang mahasiswa diundang ke sebuah kafe oleh para investor untuk diminta memberikan penjelasan dan gambaran kemana perusahaan majalah ini akan dibawa selama lima hingga sepuluh tahun kedepan. Dengan penuh percaya diri, sang mahasiswa menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun kedepan ia akan mengembangkan perusahaan majalah itu dengan membuat sebuah grup perusahaan yang terdiri dari beberapa unit usaha seperti perusahaan rekaman, majalah sampai mendirikan sebuah perusahaan penerbangan (airline company).
(Ingin) Bertemu Erwin Gutawa
January 2, 2009
Jika saya memiliki kesempatan untuk bertemu para musisi Indonesia, sudah pasti Erwin Gutawa masuk dalam nomor urut atas yang paling saya prioritaskan. Musisi Indonesia yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, dilihat dari setiap komposisi lagu yang dia hasilkan. Kontribusinya dalam musik Indonesia sudah sangat banyak, dimulai dari pemain bas, arranger, hingga konduktor orkestra sekelas London Symphony Orchestra. Hitung saja berapa jumlah penyanyi legendaris Indonesia yang musiknya sukses digarap oleh Erwin Gutawa, mulai dari Ruth Sahanaya, Edo Kondologit, Krisdayanti hingga Chrisye. Karakter musik Erwin Gutawa yang kuat dan khas tak luput membuat setiap pendengarnya bergetar dan berdecak terkagum.
Dinamika Hubungan Bilateral Indonesia-Australia
December 31, 2008
RENDAH HATI DAN SARAT PRESTASI. Setidaknya inilah kesan yang pertama kali saya tangkap dari seorang Putra Wates, Bapak Sudaryomo Hartosudarmo, yang saat ini menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney. Dalam kesempatan khusus berbincang-bincang dengan Beliau, saya banyak mendapatkan cerita tentang masa lalu dan perjuangan Beliau dari awal karir di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia hingga akhirnya menjadi pimpinan perwakilan Republik Indonesia di Sydney. Sementara itu, dalam perbicangan dibawah ini, Bapak Sudaryomo akan mengemukakan pendapat mengenai dinamika hubungan bilateral Indonesia-Australia dalam perspektif beliau sebagai salah satu Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Sydney.
Abdi Negara
December 28, 2008
Setelah membahas tentang peran dan kinerja Diplomat pada hari pertama magang saya di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sydney, hari-hari selanjutnya saya dilibatkan untuk ikut mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Umum Indonesia 2009 di Australia, tepatnya di tiga wilayah negara bagian yang menjadi kewenangan KJRI Sydney, yaitu New South Wales, South Australia dan Queensland. Pekerjaan saya adalah mendata ulang dengan detail peserta pemilu di ketiga negara bagian tersebut yang hingga hari ini berjumlah kurang lebih tujuh belas ribu orang (17.000). Dimulai dari mengolah data hingga menyebarluaskan dan menjawab seluruh komentar maupun pendapat para pemilih tetap di Australia, tugas ini saya lakukan dengan detail dan teliti untuk menghindari adanya kekeliruan.
Pekerjaan mempersiapkan pemilu ini ada di bawah koordinasi Konsul Fungsi Kekonsuleran bersama dengan Konsul Fungsi Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan. Saya kemudian semakin menyadari bahwa peran suatu perwakilan negara di negara lain ternyata lebih kompleks dari apa yang menjadi bayangan saya selama ini. Mulai dari masalah ekonomi hingga masalah keimmigrasian, semuanya menjadi tanggung jawab suatu perwakilan negara, baik konsulat maupun kedutaan besar. Bahkan jika sudah sampai pada level kedutaan besar, suatu perwakilan negara juga harus fokus dalam mengamati masalah-masalah politik bilateral maupun multirateral, tergantung di negara mana kedutaan besar tersebut berada.
Dibawah Langit Sydney
December 25, 2008
I’ve been to cities that never close down,
From New York, to Rio and old London town..
Penggalan lirik lagu I still call Australia home diatas yang hingga hari ini menjadi salah satu lagu kebanggaan orang-orang Australia, menggambarkan sebuah perjalanan ke kota-kota di dunia yang kehidupannya tidak pernah berhenti, dari New York, Rio hingga London. Yang menarik, dalam penggalan lirik lagu diatas sama sekali tidak disebutkan apakah kehidupan kota-kota di Australia juga sama sekali tidak pernah berhenti, baik siang maupun hingga dini hari. Ini mungkin karena ternyata kota sebesar Sydney di Australia pun bisa berhenti, hening dan sunyi, setidaknya pada hari ini, 25 Desember 2008.
Jangan Jadi Diplomat
December 15, 2008
Pengalaman hari pertama saya menjalani internship di Konsulat Jenderal Republik Indonesia – Sydney (KJRI Sydney) cukup menarik. Tugas hari pertama saya adalah di bidang protokoler, sehingga saya diminta untuk mengantar dan menjemput ke Sydney Airport beberapa tamu KJRI Sydney yang berasal dari KBRI maupun KJRI di beberapa negara tetangga. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan karena tugas ini memberikan saya kesempatan untuk sedikit belajar tentang praktek protokoler sembari memperluas network.
Namun, jauh dari keasyikan tersebut, di sore harinya saya menjalani kegiatan yang jauh menarik disaat berbincang dengan Bapak Edy Wardoyo, Konsul Fungsi Kekonsuleran KJRI Sydney. Bapak Edy Wardoyo menyampaikan beberapa hal kepada saya mengenai beberapa pengertian dasar Pedoman Tertib Diplomatik dan Tertib Protokol dan juga mengenai seputar kehidupan Diplomat. Beliau memberikan beberapa informasi dasar mengenai pedoman hukum dan pedoman diplomatik, pedoman ekonomi di bidang diplomasi, pedoman penerangan politik luar negeri, dan beberapa pedoman lainnya seputarfungsi diplomatik dan protokol.